Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz

Minggu, 07 Juni 2026 - 07:58 WIB
"Sebagai akibatnya, produksi aliansi telah merosot dari 58 juta barel per hari menjadi 37 juta barel per hari dalam sepuluh tahun terakhir," ujar Sechin, yang selama ini dikenal skeptis terhadap komitmen kerja sama Rusia di dalam OPEC+.

Baca Juga: Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis

Sechin memaparkan sebagian besar anggota utama OPEC+ mencatatkan kenaikan produksi sejak kesepakatan awal ditandatangani pada 2016, namun kondisi sebaliknya terjadi pada Rusia yang produksinya justru turun sebesar 1,5 juta barel per hari.

Penurunan sebesar 15% tersebut memerlukan kompensasi investasi setidaknya 10 triliun rubel, dan Rusia mengharapkan adanya ekspansi kerja sama investasi antara negara-negara anggota aliansi ke depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!