Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Jum'at, 12 Juni 2026 - 08:18 WIB
Masyarakat kelas menengah dinilai menjadi yang paling terdampak atas kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi di tengah pelemahan rupiah. Foto/Dok
JAKARTA - Masyarakat kelas menengah dinilai menjadi yang paling terdampak atas kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax di tengah pelemahan rupiah. Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Budi S Kanang, kelompok ini menjadi salah satu pihak yang paling rentan karena tidak mendapatkan perlindungan seperti subsidi atau operasi pasar yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kelas menengah ini yang pasti berdampak. Kalau kelas menengah ke bawah masih ada subsidi, operasi pasar, dan lain sebagainya. Kelas menengah tidak mungkin mendapatkan itu,” ujar Kanang dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
“Kelas menengah ini yang pasti berdampak. Kalau kelas menengah ke bawah masih ada subsidi, operasi pasar, dan lain sebagainya. Kelas menengah tidak mungkin mendapatkan itu,” ujar Kanang dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lihat Juga :