Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:24 WIB
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan Indonesia tengah menjajaki kerja sama impor minyak dengan Rusia yang diproyeksikan mencapai 150 juta barel. Pasokan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat, tetapi juga mendukung kebutuhan sektor industri nasional.

Baca Juga: 14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab

Menurut Yuliot, impor minyak dari Rusia nantinya tidak seluruhnya diserap oleh PT Pertamina (Persero). Sebagian pasokan akan dikelola oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sehingga dapat didistribusikan langsung kepada pelaku industri, termasuk sektor pertambangan dan petrokimia yang membutuhkan minyak sebagai bahan baku produksi plastik, karet sintetis, serat tekstil, pupuk, hingga deterjen.

Langkah diversifikasi sumber impor minyak tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan energi dan bahan baku industri tetap terjaga dengan harga yang kompetitif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!