Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:56 WIB
Selain itu, PBOC akan meluncurkan instrumen baru yang memungkinkan bank sentral negara lain, sovereign wealth fund, dan organisasi keuangan internasional memperoleh likuiditas yuan dengan lebih mudah. Tak lama setelah pidato Pan, Bank Sentral China juga mengumumkan implementasi fasilitas penyediaan likuiditas yuan bagi otoritas moneter luar negeri yang memenuhi persyaratan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Beijing untuk memperbesar peran yuan dalam perdagangan dan investasi internasional, sekaligus mengurangi dominasi dolar AS dalam sistem pembayaran global.

Upaya internasionalisasi yuan juga diperkuat melalui pengembangan mata uang digital bank sentral China atau e-CNY. Sehari sebelum forum berlangsung, pusat operasional yuan digital PBOC menandatangani perjanjian dengan 26 institusi keuangan di Shanghai guna memperluas adopsi global mata uang digital tersebut.

Di dalam negeri, PBOC juga berencana menambah variasi operasi reverse repo tenor semalam untuk meningkatkan pengelolaan likuiditas pasar uang. Pan menilai pertumbuhan kredit China yang melambat merupakan kondisi yang wajar karena ekonomi negara itu tengah memasuki fase perkembangan baru.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Keuangan Nasional China (National Financial Regulatory Administration/NFRA) Ding Xiangqun menegaskan otoritas keuangan akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah proses restrukturisasi ekonomi yang sedang berlangsung. Menurut dia, regulator akan fokus mencegah risiko sistemik, termasuk yang berasal dari lembaga keuangan kecil, sektor properti, dan utang pemerintah daerah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!