Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848

Jum'at, 19 Juni 2026 - 11:16 WIB
Meski dibayangi tekanan eksternal, rupiah dinilai masih mendapat sentimen positif dari domestik. Salah satunya berasal dari keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia dalam kelompok pasar negara berkembang (emerging market). "Dari domestik, keputusan MSCI untuk tetap mempertahankan status market Indonesia sebagai EM cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah," katanya.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya

Lukman menilai kebijakan suku bunga Bank Indonesia juga akan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen, pasar memperkirakan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka untuk meredam tekanan eksternal. "BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan ke depannya paling tidak 50 basis poin lagi," ujar dia.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS seiring sensitivitas pasar terhadap perkembangan global dan arah kebijakan moneter AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!