Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848

Jum'at, 19 Juni 2026 - 11:16 WIB
loading...
Rupiah Keok Meski BI...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat pagi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi melemah 54 poin atau 0,30 persen menjadi Rp17.848 per dolar AS. Pelemahan terjadi di tengah menguatnya dolar AS setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca FOMC," kata Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong dalam analisisnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%

Menurut Lukman, sikap agresif The Fed mendorong indeks dolar AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik global turut memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman (safe haven). Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi dunia akibat konflik geopolitik dinilai menjadi salah satu pemicu utama penguatan mata uang AS.

"Indeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS," ujar Lukman.



Meski dibayangi tekanan eksternal, rupiah dinilai masih mendapat sentimen positif dari domestik. Salah satunya berasal dari keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia dalam kelompok pasar negara berkembang (emerging market). "Dari domestik, keputusan MSCI untuk tetap mempertahankan status market Indonesia sebagai EM cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah," katanya.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya

Lukman menilai kebijakan suku bunga Bank Indonesia juga akan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen, pasar memperkirakan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka untuk meredam tekanan eksternal. "BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan ke depannya paling tidak 50 basis poin lagi," ujar dia.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS seiring sensitivitas pasar terhadap perkembangan global dan arah kebijakan moneter AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Berita Terkini
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved