Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:26 WIB
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengemukakan adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang membayangi ribuan pekerja di berbagai korporasi dari wilayah Jawa Timur hingga Jawa Barat.

Kekhawatiran tersebut mencuat pasca-kunjungan kerja yang dilakukannya bersama perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan ke tiga provinsi strategis, meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.



Menurut Said, bayang-bayang PHK ini dipantik oleh guncangan ekonomi global yang dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, serta Israel. Dampak perseteruan tersebut, jelasnya, memicu ketidakstabilan harga minyak mentah internasional sekaligus menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang pada ujungnya menghantam daya tahan sektor industri domestik.

"Perang Iran melawan Amerika dan Israel yang tidak kunjung berhenti dan ada ketidakpastian harga minyak dunia, itu sangat mempengaruhi produksi dari perusahaan-perusahaan terutama yang berorientasi ekspor," kata Said dalam konferensi pers KSPI dan Partai Buruh, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

Said menjabarkan bahwa efek buruk perselisihan global tersebut merembet ke dua klasifikasi industri nasional secara bersamaan. Kategori pertama mencakup pabrik berorientasi ekspor seperti garmen dan alas kaki yang terpukul oleh merosotnya angka permintaan dari pasar internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!