Penerapan Kebijakan Ekspor Satu Pintu Hasil SDA, Dinilai Perkuat Posisi Tawar Indonesia
Rabu, 24 Juni 2026 - 23:09 WIB
Foto: Doc. Istimewa
JAKARTA - Reformasi tata kelola ekspor komoditas strategis menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika perdagangan global. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional melalui ekspor komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, batu bara, serta produk logam.
Gagasan penerapan kebijakan ekspor satu pintu dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas global, khususnya pada sektor kelapa sawit dan pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk "Ekspor Satu Pintu dan Masa Depan Industri Sawit dan Tambang Nasional" . Diskusi yang digelar Rabu (24/6/2026) menghadirkan perwakilan pemerintah, industri, dan lembaga kajian ekonomi guna membahas peluang transformasi tata kelola ekspor Indonesia di tengah perubahan lanskap perdagangan dunia.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yang mewakili unsur pemerintah, industri, dan kalangan akademisi, yaitu:
* Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E., Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;
Gagasan penerapan kebijakan ekspor satu pintu dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas global, khususnya pada sektor kelapa sawit dan pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk "Ekspor Satu Pintu dan Masa Depan Industri Sawit dan Tambang Nasional" . Diskusi yang digelar Rabu (24/6/2026) menghadirkan perwakilan pemerintah, industri, dan lembaga kajian ekonomi guna membahas peluang transformasi tata kelola ekspor Indonesia di tengah perubahan lanskap perdagangan dunia.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yang mewakili unsur pemerintah, industri, dan kalangan akademisi, yaitu:
* Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E., Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;
Lihat Juga :