Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:38 WIB
Berdasarkan laporan keamanan Web3 dari perusahaan keamanan blockchain Hacken, lebih dari 63 persen total kerugian akibat insiden keamanan pada kuartal I 2026 berasal dari phishing dan social engineering. Dari total kerugian sekitar 482 juta dolar AS sepanjang Januari-Maret 2026, sekitar 306 juta dolar AS di antaranya dipicu serangan berbasis manipulasi pengguna tersebut.

Aloysia mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat modus phishing semakin sulit dikenali. Pelaku kini dapat membuat email, pesan instan, hingga komunikasi digital yang tampak profesional dan menyerupai komunikasi resmi perusahaan.

"Jika dahulu pesan penipuan relatif mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan, kini pelaku mampu membuat komunikasi yang sangat menyerupai pesan resmi perusahaan. Karena itu, kami selalu mengingatkan pengguna untuk melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi apa pun terkait akun mereka," ujarnya.

Selain itu, Microsoft Threat Intelligence mencatat metode QR phishing menjadi salah satu serangan siber dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal pertama 2026. Volume serangan meningkat sekitar 146 persen, dari 7,6 juta kasus pada Januari menjadi 18,7 juta kasus pada Maret 2026.

Melalui modus tersebut, korban diarahkan menuju halaman login palsu melalui kode QR yang disisipkan pada email atau dokumen yang tampak resmi. Setelah pengguna memasukkan data akun, pelaku dapat mengambil alih akses dan menguras aset digital korban.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!