Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Jum'at, 26 Juni 2026 - 11:18 WIB
Acara Commsult Executive Exchange yang digelar di Jakarta, 6 Mei 2026. Commsult mengundang lebih dari 10 perusahaan besar untuk membahas tantangan bersama. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Para pemimpin perusahaan di seluruh Asia-Pasifik (APAC) tengah berinvestasi dalam berbagai sistem otomasi hingga kecerdasan buatan (AI) . Riset terbaru Accenture bertajuk Pulse of Change menunjukkan 86% pimpinan perusahaan di APAC berkomitmen meningkatkan nilai investasi pada sektor AI secara signifikan.
Namun di banyak gudang, hub logistik, dan fasilitas manufaktur , data yang dibutuhkan masih kerap tiba berjam-jam kemudian, dicatat secara manual, dan seringkali tidak lengkap. Kesenjangan ini menjadi sorotan dalam acara “Commsult Executive Exchange” yang digelar di Jakarta, 6 Mei 2026.
Commsult mengundang PT Bayer Indonesia, PT Astra Tol Nusantara, Garuda Yamato Steel, Sinar Mas Land, dan lebih dari 10 perusahaan besar lainnya untuk membahas tantangan bersama. Mengusung tema "Leading in the Age of AI: How Technology is Transforming the Way Businesses Operate," acara ini mempertemukan para pemimpin perusahaan untuk membahas mengapa ambisi AI kerap terhambat di lantai gudang. Baca juga:
Belanja Online Naik, Bisnis Layanan Fulfillment Tumbuh Double Digit di 2024
Perusahaan menyadari bahwa AI membutuhkan data yang lengkap untuk menghasilkan analisis yang akurat. Meski sudah mengadopsi Systems Applications and Products (SAP), banyak perusahaan di APAC yang belum mempunyai data gudang lengkap dan real-time.
Founder dan CEO commsult AG, Michael Buschner menyoroti manajemen pergudangan yang tidak efektif. Ia mengatakan masih banyak perusahaan yang melakukan pencatatan manajemen pergudangan secara manual.
Namun di banyak gudang, hub logistik, dan fasilitas manufaktur , data yang dibutuhkan masih kerap tiba berjam-jam kemudian, dicatat secara manual, dan seringkali tidak lengkap. Kesenjangan ini menjadi sorotan dalam acara “Commsult Executive Exchange” yang digelar di Jakarta, 6 Mei 2026.
Commsult mengundang PT Bayer Indonesia, PT Astra Tol Nusantara, Garuda Yamato Steel, Sinar Mas Land, dan lebih dari 10 perusahaan besar lainnya untuk membahas tantangan bersama. Mengusung tema "Leading in the Age of AI: How Technology is Transforming the Way Businesses Operate," acara ini mempertemukan para pemimpin perusahaan untuk membahas mengapa ambisi AI kerap terhambat di lantai gudang. Baca juga:
Belanja Online Naik, Bisnis Layanan Fulfillment Tumbuh Double Digit di 2024
Perusahaan menyadari bahwa AI membutuhkan data yang lengkap untuk menghasilkan analisis yang akurat. Meski sudah mengadopsi Systems Applications and Products (SAP), banyak perusahaan di APAC yang belum mempunyai data gudang lengkap dan real-time.
Founder dan CEO commsult AG, Michael Buschner menyoroti manajemen pergudangan yang tidak efektif. Ia mengatakan masih banyak perusahaan yang melakukan pencatatan manajemen pergudangan secara manual.
Lihat Juga :