Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru

Kamis, 02 Juli 2026 - 09:16 WIB
Kompleksitas ancaman tercermin dari dua insiden besar pada April 2026 yang menimpa Drift Protocol dan KelpDAO dengan total kerugian sekitar USD577 juta. Laporan TRM Labs mencatat kedua kasus itu menyumbang sekitar 76 persen dari total nilai aset kripto yang dicuri hingga April 2026.

William mengatakan pelaku kejahatan siber kini tidak hanya mengeksploitasi celah kode pada smart contract, tetapi juga menyerang infrastruktur blockchain dan memanfaatkan kelengahan manusia melalui metode social engineering.

Menurut dia, AI memiliki potensi besar untuk membantu industri kripto dan blockchain membangun sistem keamanan yang lebih proaktif. Berbeda dengan audit tradisional yang dilakukan secara berkala, AI memungkinkan pemantauan risiko dan analisis smart contract dilakukan secara berkelanjutan dan lebih cepat.

Teknologi tersebut mulai diterapkan sejumlah perusahaan teknologi global seperti Frosty yang dikembangkan Coinbase dan Mythos dari Anthropic. Selain mempercepat audit internal, AI juga mampu melakukan analisis on-chain, memantau perubahan perilaku protokol, serta mendeteksi aktivitas transaksi yang tidak wajar secara real time.

Baca Juga: Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!