Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Jum'at, 03 Juli 2026 - 08:21 WIB
Vietnam sebelumnya berada dalam kategori negara berpendapatan menengah bawah sejak 2009, sedangkan Filipina berada di kategori tersebut sejak akhir 1980-an. Bank Dunia menilai keberhasilan Vietnam didorong model pertumbuhan berbasis ekspor, sementara Filipina ditopang ekspansi ekonomi yang merata di berbagai sektor industri.
Pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam tercatat mencapai USD4.970 pada 2025, sedangkan Filipina sebesar USD4.850. Angka tersebut melampaui ambang batas kategori negara berpendapatan menengah atas sebesar USD4.636.
Vietnam, yang menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia, menargetkan pertumbuhan ekonomi dua digit pada 2026. Target itu ditopang reformasi yang ramah investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Filipina menghadapi tantangan yang lebih besar setelah menurunkan target pertumbuhan ekonomi periode 2026-2030 akibat ketegangan di Timur Tengah serta dampak cuaca ekstrem El Nino.
Baca Juga: Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
Pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam tercatat mencapai USD4.970 pada 2025, sedangkan Filipina sebesar USD4.850. Angka tersebut melampaui ambang batas kategori negara berpendapatan menengah atas sebesar USD4.636.
Vietnam, yang menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia, menargetkan pertumbuhan ekonomi dua digit pada 2026. Target itu ditopang reformasi yang ramah investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Filipina menghadapi tantangan yang lebih besar setelah menurunkan target pertumbuhan ekonomi periode 2026-2030 akibat ketegangan di Timur Tengah serta dampak cuaca ekstrem El Nino.
Baca Juga: Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
Lihat Juga :