Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:49 WIB
PBB menghadapi ancaman krisis keuangan setelah dana operasional organisasi tersebut diperkirakan hanya cukup hingga akhir Agustus 2026. FOTO/Reuters
NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi ancaman krisis keuangan setelah dana operasional organisasi tersebut diperkirakan hanya cukup hingga akhir Agustus 2026. Kondisi itu terjadi karena sejumlah negara penyumbang utama, termasuk Amerika Serikat dan China, belum melunasi kewajiban pembayaran anggaran tahunan mereka secara penuh.
"Kami tidak memiliki dana tunai setelah Agustus. Memasuki September, uang kami habis. Kami masih menunggu pembayaran agar bisa bertahan setelah September," ujar pengawas anggaran PBB, Chandramouli Ramanathan, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Ramanathan mengatakan PBB selama ini memang menghadapi tekanan likuiditas berkepanjangan. Organisasi tersebut hingga kini masih menunggu pelunasan kontribusi anggaran 2026 dari dua donor terbesar, yakni Amerika Serikat dan China.
"Kami tidak memiliki dana tunai setelah Agustus. Memasuki September, uang kami habis. Kami masih menunggu pembayaran agar bisa bertahan setelah September," ujar pengawas anggaran PBB, Chandramouli Ramanathan, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Ramanathan mengatakan PBB selama ini memang menghadapi tekanan likuiditas berkepanjangan. Organisasi tersebut hingga kini masih menunggu pelunasan kontribusi anggaran 2026 dari dua donor terbesar, yakni Amerika Serikat dan China.
Lihat Juga :