Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Minggu, 05 Juli 2026 - 08:59 WIB
Fariza menjelaskan, lonjakan laba di sejumlah perusahaan pelat merah menunjukkan pembenahan tata kelola serta penguatan strategi investasi mulai memberi dampak positif. Tercatat sejak April 2025 - April 2026 sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba yang signifikan. Di antaranya, PT Adhi Karya meraih laba Rp69 miliar atau meningkat 667 persen. PT Pupuk Indonesia mencatat laba Rp4,8 triliun atau tumbuh 202 persen. PT Pelindo membukukan laba Rp1,5 triliun atau meningkat 169 persen.
Sementara itu, Pertamina mencatat laba Rp24,9 triliun, naik sekitar 80 persen dibanding periode sebelumnya. Adapun InJourney membukukan laba Rp300 miliar atau tumbuh 33 persen.
Masih kata Fariza, dengan peningkatan kinerja yang kongkret ini Danantara dapat lebih leluasa memberikan kepuasan bagi bangsa Indonesia.
“Kepuasan publik menjadi faktor yang sangat penting. Dalam riset disertasi doktoral saya, citra institusi dibentuk oleh tiga variabel utama, yaitu kinerja nyata, keandalan kehumasan dalam menyampaikan hasil kinerja kepada publik, serta kepuasan publik sebagai pengguna,” jelas Fariza.
Ia menegaskan, dari ketiga variabel tersebut, kepuasan publik terbukti menjadi faktor paling dominan dalam membentuk citra institusi. “Artinya, semakin signifikan kinerja yang ditunjukkan Danantara, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kepuasan publik dan memperkuat citra institusi di mata masyarakat,” tegasnya.
Fariza menilai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menopang agenda pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo, termasuk program pembangunan hunian murah di lahan Meikarta yang juga direalisasikan melalui peran Danantara.
Sementara itu, Pertamina mencatat laba Rp24,9 triliun, naik sekitar 80 persen dibanding periode sebelumnya. Adapun InJourney membukukan laba Rp300 miliar atau tumbuh 33 persen.
Masih kata Fariza, dengan peningkatan kinerja yang kongkret ini Danantara dapat lebih leluasa memberikan kepuasan bagi bangsa Indonesia.
“Kepuasan publik menjadi faktor yang sangat penting. Dalam riset disertasi doktoral saya, citra institusi dibentuk oleh tiga variabel utama, yaitu kinerja nyata, keandalan kehumasan dalam menyampaikan hasil kinerja kepada publik, serta kepuasan publik sebagai pengguna,” jelas Fariza.
Ia menegaskan, dari ketiga variabel tersebut, kepuasan publik terbukti menjadi faktor paling dominan dalam membentuk citra institusi. “Artinya, semakin signifikan kinerja yang ditunjukkan Danantara, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kepuasan publik dan memperkuat citra institusi di mata masyarakat,” tegasnya.
Fariza menilai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menopang agenda pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo, termasuk program pembangunan hunian murah di lahan Meikarta yang juga direalisasikan melalui peran Danantara.
Lihat Juga :