Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali

Kamis, 09 Juli 2026 - 16:52 WIB
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan agar mampu mengadopsi teknologi dan inovasi budidaya yang terus berkembang.

Idum mengatakan tantangan yang dihadapi perkebunan sawit rakyat saat ini semakin kompleks, mulai dari produktivitas yang masih rendah, tanaman yang memasuki usia tua, dampak perubahan iklim, hingga meningkatnya tuntutan pasar global terhadap praktik perkebunan yang berkelanjutan. Karena itu, menurut dia, inovasi dan teknologi harus dapat diterapkan secara nyata di tingkat pekebun.

"Keberhasilan sawit Indonesia ke depan tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul atau pupuk yang digunakan. Yang paling menentukan adalah kualitas manusianya, kualitas petaninya," ujarnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembaruan pengetahuan mengenai penerapan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari teknik pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang, pengendalian gulma, konservasi tanah dan air, hingga strategi meningkatkan produktivitas kebun sesuai standar budidaya yang baik. Peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan, termasuk pemanfaatan peralatan secara efisien dan penerapan teknologi sederhana yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

Idum menegaskan investasi terbesar bagi pekebun bukan hanya pada sarana produksi, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Menurutnya, transfer teknologi tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas, melainkan harus diikuti kemampuan peserta mengimplementasikan inovasi dalam pengelolaan kebun sehari-hari agar tercipta usaha tani yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!