Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Jum'at, 10 Juli 2026 - 08:45 WIB
Penurunan harga yang masif ini terjadi seiring berjalannya negosiasi kesepakatan damai final antara AS dan Iran, menyusul janji sementara yang sebelumnya telah membuka kembali blokade pelabuhan serta memulihkan jalur pelayaran kapal tanker secara bertahap di Selat Hormuz.
Meski belakangan konflik AS dan Iran kembali memanas, usai Negeri Paman Sam -julukan AS- melayangan serangan udara. Namun pergerakan naik minyak mentah dunia cenderung perlahan, seiring situasi geopolitik di Timur Tengah.
Efek Domino: Kenapa Biaya Hidup Masyarakat Masih Sulit Turun?
Meski Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima minyak dunia mulai berdenyut kembali, volume lalu lintas kapal tanker tercatat belum pulih 100% ke level semula, akibat tensi yang masih membara di wilayah perairan tersebut. Komando militer Iran bahkan masih memberikan ancaman tegas bahwa kapal yang melintas wajib mematuhi rute resmi mereka atau menghadapi "respons paksa".Bagi masyarakat awam, ambruknya harga minyak mentah dunia di bawah USD72 ini tentu membawa harapan akan turunnya harga BBM dan tarif transportasi. Namun, para pakar energi dunia justru memberikan peringatan pahit.
Lembaga riset terkemuka S&P Global Energy memperkirakan bahwa produksi minyak negara-negara Teluk tidak akan pulih sepenuhnya hingga setidaknya kuartal pertama tahun 2027. Akibat hantaman krisis energi yang terlanjur terjadi di awal tahun, harga bahan bakar eceran dan biaya barang konsumsi diprediksi akan tetap bertahan tinggi dalam waktu yang cukup lama sebelum benar-benar bisa turun melandai.
(akr)
Lihat Juga :