Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli

Jum'at, 10 Juli 2026 - 14:59 WIB
Tercatat ada lebih dari 60 juta barel minyak yang sempat "membeku" di dalam kapal tanker sejak Februari lalu saat konflik dengan Iran memuncak. Kini, sumbatan itu pecah dimana Arab Saudi telah memulihkan 90% ekspornya.

Sedangkan Uni Emirat Arab (UEA) sukses menggelontorkan 3,9 juta barel per hari melalui jalur bypass. Ada juga Amerika Serikat yang masih terus menggali pasokan darurat dari cadangan minyak strategis (SPR) mereka sebesar 400 juta barel.

Baca Juga: Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya



Akibatnya, Badan Informasi Energi (EIA) memperkirakan terjadi surplus minyak global hingga 4 juta barel per hari sepanjang tahun 2026 ini. Malangnya lagi, aliansi OPEC+ justru baru saja sepakat menambah produksi 188.000 barel per hari untuk bulan Agustus nanti.

Frustasi Mencari Pembeli Minyak

Saking frustrasinya para penjual minyak mencari pembeli, hukum pasar fisik mulai hancur-hancuran. Minyak mentah dari UEA terpaksa berlayar jauh sampai ke Hawaii hanya untuk mencari penawar.

Lebih parahnya lagi, kapal minyak Venezuela berlayar 10.000 mil ke India, terdampar dua minggu di pelabuhan, lalu pergi lagi tanpa ada satu pun yang sudi membeli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!