HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:38 WIB
Di sisi pasokan bahan baku, perusahaan membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek rampung, kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik akan meningkat menjadi 100.000 ton guna memperkuat keandalan rantai pasok bahan baku.
Perusahaan juga memperkuat infrastruktur logistik melalui pembangunan Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 deadweight tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Selain itu, Petrokimia Gresik menjalin kerja sama pasokan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang yang berpotensi menambah pasokan sekitar 30-35 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) hingga 2035.
Baca Juga: Jaga Kelancaran Operasional, Petrokimia Gresik Perkuat Implementasi K3
Menurut Daconi, transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan industri yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diperkuat melalui penunjukan Petrokimia Gresik sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) oleh Kementerian Perindustrian pada 2025 sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025-2030.
"Perjalanan 54 tahun menjadi modal berharga bagi kami untuk melangkah menuju masa depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," ujar Daconi.
Perusahaan juga memperkuat infrastruktur logistik melalui pembangunan Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 deadweight tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Selain itu, Petrokimia Gresik menjalin kerja sama pasokan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang yang berpotensi menambah pasokan sekitar 30-35 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) hingga 2035.
Baca Juga: Jaga Kelancaran Operasional, Petrokimia Gresik Perkuat Implementasi K3
Menurut Daconi, transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan industri yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diperkuat melalui penunjukan Petrokimia Gresik sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) oleh Kementerian Perindustrian pada 2025 sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025-2030.
"Perjalanan 54 tahun menjadi modal berharga bagi kami untuk melangkah menuju masa depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," ujar Daconi.
(nng)
Lihat Juga :