Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB
Aksi saling serang ini membuat Presiden AS Donald Trump meradang dan menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menuduh AS yang pertama kali mengkhianati perjanjian damai.
Media AS melaporkan bahwa perwakilan Iran secara rahasia telah menyampaikan pesan kepada pejabat Washington bahwa serangan terhadap kapal tanker kemarin adalah "kesalahan teknis" yang dilakukan oleh kelompok internal yang membelot (rogue group).
Saat ini, melalui negara mediator, Amerika Serikat melayangkan tuntutan keras agar pemerintah Iran segera membuat pernyataan publik bahwa Selat Hormuz tetap dibuka sebagai jalur internasional dan berjanji menyetop segala bentuk serangan terhadap kapal dagang.
Jika penutupan ini berlangsung lama, dunia bersiap menghadapi shock ekonomi terbesar tahun ini karena pasokan energi global akan tersumbat total.
AS Desak Pintu Minyak Dibuka, Negosiasi Rahasia di Balik Layar
Meskipun genderang perang bertabuh kencang, secercah harapan diplomasi dikabarkan masih berjalan di bawah meja. Trump membantah laporan intelijen Israel soal rencana pembunuhan baru terhadap dirinya dan menyebut ia memang sudah lama berada dalam daftar target nomor satu Iran.Media AS melaporkan bahwa perwakilan Iran secara rahasia telah menyampaikan pesan kepada pejabat Washington bahwa serangan terhadap kapal tanker kemarin adalah "kesalahan teknis" yang dilakukan oleh kelompok internal yang membelot (rogue group).
Saat ini, melalui negara mediator, Amerika Serikat melayangkan tuntutan keras agar pemerintah Iran segera membuat pernyataan publik bahwa Selat Hormuz tetap dibuka sebagai jalur internasional dan berjanji menyetop segala bentuk serangan terhadap kapal dagang.
Jika penutupan ini berlangsung lama, dunia bersiap menghadapi shock ekonomi terbesar tahun ini karena pasokan energi global akan tersumbat total.
(akr)
Lihat Juga :