Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:49 WIB


Bahlil menegaskan, bahwa gas dari Blok Masela tidak hanya untuk ekspor. Sebanyak 60 persen produksi akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, termasuk mendukung industri hilirisasi melalui pembangunan pabrik pupuk oleh PT Pupuk Indonesia di wilayah tersebut. Sisanya maksimal 40%, akan dialokasikan untuk pasar ekspor.

Proyek raksasa ini juga menjadi magnet bagi lapangan kerja. Bahlil menyebutkan sekitar 12.000 tenaga kerja akan terserap pada masa konstruksi, dan sekitar 800 hingga 1.000 orang pada masa operasi. Ia memberikan, instruksi tegas agar masyarakat lokal, khususnya dari "Ring 1", menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja.

"Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk tapi kita tidak memprioritaskan mereka. Lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari Ring 1 dan Ring 2," pungkas Bahlil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!