Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:28 WIB
"Melihat skala dan matangnya pasar pinjaman berbasis agunan emas di India, kami memproyeksikan adanya permintaan yang sangat kuat terhadap terminal penerimaan barang-barang emas tanpa kontak (contactless acceptance)," ujar CEO MGKL, Aleksey Lazutin dalam keterangan resminya.

Ekspansi bisnis Mosgorlombard di bursa komoditas India ini dirancang melalui dua tahapan taktis. Tahap Pertama (Jual-Beli Otomatis), yakni memasang terminal canggih otomatis di area strategis GIFT City. Konsumen dapat membeli atau menjual emas dan perak batangan secara instan lewat mesin tanpa perlu berinteraksi dengan petugas.

Tahap Kedua (Ekspansi Kredit) dengan mendirikan anak perusahaan pembiayaan lokal di India untuk menyalurkan kredit atau pinjaman tunai jangka pendek dengan agunan emas fisik dari nasabah.

GIFT City sendiri memberikan karpet merah bagi Mosgorlombard. Kawasan khusus ini mengizinkan entitas asing bertransaksi menggunakan mata uang asing, menikmati insentif pajak besar-besaran, serta mengakses ekosistem keuangan India yang sedang booming dengan total aset perbankan di pusat tersebut kini telah melampaui USD100 miliar.

Sebagai modal awal ekspansi, lembaga pemeringkat internasional CareEdge Global telah memberikan peringkat kredit mata uang lokal jangka panjang 'B-' dengan outlook stabil untuk MGKL. Langkah penetrasi Rusia ke jantung ekonomi India ini membuktikan bahwa di tengah sanksi barat, Moskow sukses menemukan celah bisnis baru yang sangat likuid melalui komoditas abadi, emas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!