EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:46 WIB
Serangan tersebut menambah eskalasi konflik di kawasan setelah kelompok Houthi sebelumnya mengancam memblokade kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Di saat yang sama, ketidakpastian juga meningkat di Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran. Garda Revolusi Iran melaporkan terjadi ledakan di jalur pelayaran yang dipasangi ranjau, menyebabkan satu kapal tanker terbakar dan dua kapal lainnya berbalik arah. Iran juga menyatakan memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan memperingatkan kapal tanker tidak dapat melintas tanpa koordinasi dengan otoritas setempat.

Menurut Ibrahim, gangguan di Selat Hormuz maupun Bab el-Mandeb berpotensi memaksa kapal tanker mengubah rute melalui Afrika bagian selatan sehingga memperpanjang waktu pelayaran, meningkatkan biaya logistik, premi asuransi, dan risiko terhadap rantai pasok energi global.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, antara lain klaim pengangguran mingguan, data S&P Global Flash PMI yang akan dirilis pada Jumat, serta keputusan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan dolar AS.

Baca Juga: 'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!