Mantul, KEK Galang Batang Bisa Serap Ribuan Tenaga Kerja

Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:20 WIB
Ia pun menggarisbawahi pendekatan yang tidak hanya mendirikan industri aluminium atau alumina saja, melainkan juga industri tekstil. “Jadi ini adalah pendekatan yang unik dan tidak banyak dilakukan di berbagai pabrik lain. Bapak-bapak yang pria bekerja di pabrik baja, sedangkan yang wanita bisa bekerja di pabrik tekstil,” tandasnya.

Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono, menjelaskan di KEK Galang Batang tengah dibangun smelter aluminium 1 juta ton per tahun. Pihaknya akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyiapkan SDM kompeten, guna memenuhi target 23.000 tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Kami akan melakukan kerja sama dengan kawasan agar penyiapan tenaga kerjanya lebih cepat. Dan kita juga akan meminta bantuan dinas dari luar kawasan untuk bisa mengirim tenaga kerja ke kawasan ini," jelasnya.

Suhartono menambahkan, saat ini ada 90 tenaga kerja Indonesia yang tengah mengikuti pelatihan di Tiongkok untuk mendapatkan alih teknologi dan keterampilan. "Mereka ini nanti akan menjadi pengganti teknologi dari tenaga kerja asing yang ada di sini," ujarnya.

Kunjungan Lapangan di PT BAI turut dihadiri sejumlah pejabat. Mereka di antaranya Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto; Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga; dan Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!