Penyelidikan Safeguard Ukraina Beres, Saatnya Memantik Ekspor Soda Api

Selasa, 29 September 2020 - 23:56 WIB
Selain itu, produk ini juga digunakan untuk proses pembuatan air aquadest dan aquabidest, sabun, deterjen, serta industri pembuatan kaca. Industri metalurgi dan pengolahan hasil tambang mineral logam, percetakan, serta industri pengolahan rumput laut di antaranya merupakan pemakai soda api dalam jumlah besar.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi meyakini upaya yang dilakukan jajaran Kemendag demi menjaga peluang ekspor produk Indonesia ke negara-negara non-tradisional akan membuahkan hasil positif.

“Indonesia tidak berkontribusi terhadap kenaikan impor produk soda api di Ukraina sehingga memicu diinisiasinya investigasi safeguard. Kami yakin produsen atau eksportir Indonesia berpotensi masuk berkompetisi di pasar Ukraina,” tegas Didi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor produk soda api Indonesia ke dunia pada 2019 tercatat sebesar USD38,5 juta atau menurun 47,9% dibanding tahun 2018 dengan nilai ekspor sebesar USD73,9 juta. Pada periode Januari-Juli 2020, juga terjadi penurunan ekspor sebesar 35,8% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. ( Baca juga:Dunia Berduka, Emir Kuwait Meninggal Dunia )

Negara-negara yang menjadi pasar ekspor utama produk soda api Indonesia adalah Malaysia, Filipina, Australia, Vietnam, dan Singapura. Untuk itu, penghentian penyelidikan ini diharapkan dapat membuka akses pasar baru di negara tujuan ekspor non tradisional seperti Ukraina sehingga kinerja ekspor produk soda api Indonesia dapat ditingkatkan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!