Pemerintah Yakin Kontraksi Ekonomi Kuartal III Lebih Kecil, Ini Alasannya
Rabu, 30 September 2020 - 20:21 WIB
Selain itu, pada kuartal III ini konsumsi pemerintah diprediksi naik tajam meskipun memang belum mampu menutupi penurunan konsumsi dan investasi. Dia menyebut konsumsi pemerintah di kuartal I masih 3,7%. Lalu pada kuartal II mengalami kontraksi.
“Di kuartal III ini kita perkirakan akan lumayan tinggi namun belum bisa mengompensasi penurunan konsumsi dan investasi. Namun, ini akan terus kita pantau supaya kita pastikan pertumbuhan konsumsi (belanja) pemerintah menjadi faktor yang membantu pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Suahasil menambahkan, optimisme pemerintah juga disebabkan karena beberapa indeks ekonomi membaik. Seperti indeks keyakinan konsumen, indeks penjualan ritel, penjualan mobil, konsumsi dan listrik. (Baca juga: Menteri Airlangga Hadiri Peresmian Pembangkit Listrik Coca-Cola, PLN Manyun? )
“Saya ingin sampaikan bahwa periode ini sangat menantang untuk semua negara karena Covid-19. Kita melihat bahwa proses pemulihan dan perbaikan ekonomi di Indonesia terus berjalan sejalan dengan perbaikan di tempat lain. Ini sangat tergantung pada pemulihan kesehatan dan penanganan Covid-19,” ungkapnya.
“Di kuartal III ini kita perkirakan akan lumayan tinggi namun belum bisa mengompensasi penurunan konsumsi dan investasi. Namun, ini akan terus kita pantau supaya kita pastikan pertumbuhan konsumsi (belanja) pemerintah menjadi faktor yang membantu pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Suahasil menambahkan, optimisme pemerintah juga disebabkan karena beberapa indeks ekonomi membaik. Seperti indeks keyakinan konsumen, indeks penjualan ritel, penjualan mobil, konsumsi dan listrik. (Baca juga: Menteri Airlangga Hadiri Peresmian Pembangkit Listrik Coca-Cola, PLN Manyun? )
“Saya ingin sampaikan bahwa periode ini sangat menantang untuk semua negara karena Covid-19. Kita melihat bahwa proses pemulihan dan perbaikan ekonomi di Indonesia terus berjalan sejalan dengan perbaikan di tempat lain. Ini sangat tergantung pada pemulihan kesehatan dan penanganan Covid-19,” ungkapnya.
(ind)
Lihat Juga :