Meterai Jadi Ceban Jangan Berisik, Noh di Korea Bisa Sampe Rp4,5 Juta
Rabu, 30 September 2020 - 21:16 WIB
"Penyesuaian tarif ini cukup moderat, mempertimbangkan kemampuan masyarakat sekaligus untuk dunia usaha dan bisa mengoptimalkan pemasukan negara," katanya. ( Baca juga:Mendagri Ingatkan Paslon dan Timses Tak Lakukan Kampanye Hitam di Pilkada )
Dia meminta agar publik tak hanya mengukur dari potensi penerimaan pajak negara. Namun, lebih kepada pemerataan kepatuhan dokumen.
"Banyak transaksi yang belum ter-capture dalam perkembangan teknologi. Ini untuk menghindari ketimpangan, atau justru tidak adanya equal treatment bagi dokumen fisik yang selama ini patuh bea meterai. Yang dokumen elektronik, menjadi seolah-olah tidak dikenakan bea meterai," tandasnya.
Dia meminta agar publik tak hanya mengukur dari potensi penerimaan pajak negara. Namun, lebih kepada pemerataan kepatuhan dokumen.
"Banyak transaksi yang belum ter-capture dalam perkembangan teknologi. Ini untuk menghindari ketimpangan, atau justru tidak adanya equal treatment bagi dokumen fisik yang selama ini patuh bea meterai. Yang dokumen elektronik, menjadi seolah-olah tidak dikenakan bea meterai," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :