2,4 Juta Orang Batal Dapat Gaji Tambahan, Perusahaan Telat Jadi Salah Satu Penyebab

Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:27 WIB
BPJS Ketenagakerjaan menerangkan dari jumlah itu hanya ada 12,4 juta rekening yang valid dari target, dimana artinya ada 2,4 juta tak valid. Foto/Dok
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan menerangkan, ada 2,4 juta rekening yang tidak bisa diteruskan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) karena tidak lolos validasi. Dari data final 12,4 juta penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT karyawan , saat ini telah disalurkan bantuan kepada 10,7 juta penerima atau 92,48% .

Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Sutanto mengatakan, usai divalidasi hanya ada 12,4 juta rekening pekerja yang tervalidasi atau tepatnya 12.418.588 rekening. (Baca Juga: Final! Hanya 12,4 Juta Pekerja yang Lolos Kriteria Penerima BLT Gaji )



"Rekening yang masuk ke kami ada 14,8 juta semenjak dikasih amanah yang targetnya 15,7 juta. Dari rekening itu kita validasi berlapis, mulai dari perbankan, hingga penyesuaian kriteria penerima. Dari jumlah itu hanya ada 12,4 juta rekening yang valid, artinya ada 2,4 juta tak valid," kata Agus dalam video virtual, Kamis (1/10/2020).

Dia menambahkan dari 2,4 juta rekening yang tidak lolos validasi, terpantau 1,8 juta di antaranya tidak memenuhi kriteria penerima bantuan subsidi gaji. "Dari 2,4 juta, 75% tak sesuai kriteria Permenaker. Misalnya upahnya di atas Rp 5 juta, kemudian kepesertaannya baru tercatat setelah bulan Juni, totalnya ada 1,8 juta," ungkap Agus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!