Ekonom Ini Ramal Ekonomi di Kuartal III Tidak Separah Ucapan Sri Mulyani
Senin, 05 Oktober 2020 - 00:15 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin menilai pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III tahun 2020 tampaknya tidak separah yang diramalkan pemerintah. Bahkan mungkin lebih baik dari prediksi-prediksi yang ada.
"Pertumbuhan kuartal ketiga saya rasa lebih baik dari ramalan pemerintah maupun instansi lain. Dan di kuartal keempat kemungkinan ekonomi bisa rebound. Sehingga untuk keseluruhan di tahun 2020 pertumbuhan ekonomi hanya minus 1,6%," ujar Ferry di Jakarta, Minggu (4/10/2020).
Dia mengingatkan para pelaku pasar agar waspada karena untuk jangka pendek market masih memiliki potensi volatilitas tinggi. Karena itu sebaiknya strategi investasi tetap buy & hold. Ekonomi nasional menurutnya dalam tren membaik. Sementara PSBB juga tidak mungkin terus-menerus diperpanjang oleh pemerintah. ( Baca juga:Mau Tahu Berapa Kerugian Jiwasraya Sebenarnya? Gede Banget )
Isu Presiden Trump yang terkena Covid-19, menurut dia, tidak akan menjadi masalah. Karena dikabarkan Trump dalam kondisi baik dan segera kembali menjalankan tugas sebagai presiden. "Ini seharusnya menjadi sentimen positif buat market," ujarnya.
"Pertumbuhan kuartal ketiga saya rasa lebih baik dari ramalan pemerintah maupun instansi lain. Dan di kuartal keempat kemungkinan ekonomi bisa rebound. Sehingga untuk keseluruhan di tahun 2020 pertumbuhan ekonomi hanya minus 1,6%," ujar Ferry di Jakarta, Minggu (4/10/2020).
Dia mengingatkan para pelaku pasar agar waspada karena untuk jangka pendek market masih memiliki potensi volatilitas tinggi. Karena itu sebaiknya strategi investasi tetap buy & hold. Ekonomi nasional menurutnya dalam tren membaik. Sementara PSBB juga tidak mungkin terus-menerus diperpanjang oleh pemerintah. ( Baca juga:Mau Tahu Berapa Kerugian Jiwasraya Sebenarnya? Gede Banget )
Isu Presiden Trump yang terkena Covid-19, menurut dia, tidak akan menjadi masalah. Karena dikabarkan Trump dalam kondisi baik dan segera kembali menjalankan tugas sebagai presiden. "Ini seharusnya menjadi sentimen positif buat market," ujarnya.
Lihat Juga :