Kurang Optimal, Jokowi Pacu Lagi Korporasi Petani dan Nelayan
Selasa, 06 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Jokowi menilai nelayan dan petani perlu didorong untuk berkelompok dalam jumlah yang besar atau dalam sebuah korporasi. Dengan begitu diperoleh skala ekonomi yang efisien.
“(Ini) yang bisa mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, mengakses informasi, mengakses teknologi dan meningkatkan efisiensi maupun bisa memperkuat pemasarannya. Pola pikir juga perlu berubah tidak semata-mata fokus kepada on farm tapi bergerak pada out farm, sisi pasca panen, sisi bisnisnya yaitu dengan membangun proses bisnis dari produksi sampai ke pascapanen,” ujarnya.
Sebenarnya Jokowi sudah melihat model korporasi nelayan dan petani saat ini. Namun, dia menilai hal tersebut belum berjalan secara optimal. (Baca juga: Jokowi Ingin Setiap Warga Menempati Rumah Layak Huni )
“Saya melihat implementasi model korporasi petani dan nelayan belum berjalan optimal di lapangan. Memang kita melihat kelompok-kelompok tani, kelompok-kelompok nelayan. Tapi belum terbangun sebuah model bisnis yang memiliki ekosistem yang bisa dilink-an, disambungkan mungkin dengan BUMN atau mungkin dengan swasta besar,” pungkasnya.
“(Ini) yang bisa mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, mengakses informasi, mengakses teknologi dan meningkatkan efisiensi maupun bisa memperkuat pemasarannya. Pola pikir juga perlu berubah tidak semata-mata fokus kepada on farm tapi bergerak pada out farm, sisi pasca panen, sisi bisnisnya yaitu dengan membangun proses bisnis dari produksi sampai ke pascapanen,” ujarnya.
Sebenarnya Jokowi sudah melihat model korporasi nelayan dan petani saat ini. Namun, dia menilai hal tersebut belum berjalan secara optimal. (Baca juga: Jokowi Ingin Setiap Warga Menempati Rumah Layak Huni )
“Saya melihat implementasi model korporasi petani dan nelayan belum berjalan optimal di lapangan. Memang kita melihat kelompok-kelompok tani, kelompok-kelompok nelayan. Tapi belum terbangun sebuah model bisnis yang memiliki ekosistem yang bisa dilink-an, disambungkan mungkin dengan BUMN atau mungkin dengan swasta besar,” pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :