Flexible Office Jadi Tren Perkantoran Selama Pandemi

Rabu, 07 Oktober 2020 - 13:15 WIB
"Kebutuhan flexibel office dan coworking space meningkat. Para operator dan pengembang ruang kerja bersama ini akan melakukan penyesuaian terhadap tren baru," kata Anton. (Baca juga: Bentengi Tubuh dari Covid-19 dengan Olahraga)

Penyesuaian ini dilakukan agar ruang-ruang yang ditawarkan lebih nyaman, aman, dan higienis, sesuai dengan kebutuhan akan kesehatan selama ataupun pasca pandemi Covid-19. Dalam catatan Savills Indonesia, hingga semester I/2020, terdapat 200 operator coworking space. Sebanyak 90% atau 180 di antaranya berada di Jakarta.

Berdasarkan lokasi, sebagian besar atau 64% ruang kerja bersama berada di area Central Business District(CBD). Sementara di area non-CBD, Jakarta Selatan, memiliki pasokan ruang kerja dengan porsi terbesar, yakni 18% dan diikuti oleh Jakarta Pusat sebanyak 7%.

Kemudian Jakarta Utara dengan persentase sebanyak 6% serta Jakarta Barat sebanyak 5%. Pasokan di Jakarta Timur paling sedikit dibandingkan dengan lokasi lain.

Sementara pada semester I/2020, pasar coworking space Jakarta hanya mengalami sedikit penambahan ruang baru, yakni sebanyak 15.000 meter persegi. Beberapa operator yang melakukan ekspansi pada tahun ini adalah CoHive, Connext, GoWork, Kedasi, Ko+labora, UnionSpace, danWellspaces.com. (Baca juga: UU Ciptaker Membuat Dunia Pendidikan Semakin Komersial)

Capaian tersebut lebih sedikit dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada saat itu, penambahan ruang kerja bersama tercatat seluas 40.000 meter persegi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!