Petani dan Nelayan Gampang Terpapar Krisis, Teten Bantu dari Hulu Sampai Hilir

Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:32 WIB
Sementara di sektor hilirnya, pasar tak mau menyerap secara optimal hasil perikanan dan menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu biaya angkut dan logistik yang juga naik.

"Kami berupaya memberikan dukungan dan bantuan baik di hulu sampai hilir. Misalnya pembiayaan permodalan melalaui KUR, PNM maupun ultra mikro dan LPDB dengan dana PEN sampai Rp1 triliun. Sementara yang unbankable juga disiapkan bantuan produktif usaha mikro sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta pelaku usaha mikro," lanjutnya.

(Baca Juga: Pandemi Pukul Sektor Perikanan Dari Hulu Hingga Hilir )

Teten mengakui mayoritas nelayan maupun petani memiliki skala usaha yang kecil sehingga gampang terpapar jika ada krisis. "Karena itu saya mendorong nelayan dan petani untuk mendirikan koperasi agar memiliki skala usaha bisnis sehingga lebih efisien dan lebih mudah bagi pemerintah dalam memberikan pendampingan," kata Teten.

Sejauh ini ada 13.819 koperasi pertanian dan nelayan atau 11,23 persen dari jumlah koperasi. Sedang dari onset, koperasi pertanian ini memberikan kontribusi 7,27 persen dari koperasi secara keseluruhan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!