Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Genjot Kapasitas Industri Manufaktur

Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:20 WIB
Menurut dia, supaya sektor tersebut bisa menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi, maka kapasitasnya harus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah mengurangi impor barang sejenis. "Jika ada kemandirian industri manufaktur tentunya akan terjadi penyerapan tenaga kerja yang luar biasa," ujarnya.

Sementara itu, Ekonom dari Universitas Nasional Irma Indrayani meminta kepada pemerintah untuk tak mencemaskan adanya bonus demografi Indonesia yang diperkirakan Bappenas jumlahnya mencapai 64% dari total jumlah penduduk sebanyak 297 juta jiwa pada tahun 2030-2040.

“Jepang melesat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ketiga dunia pada dekade 70-an setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet,” ujarnya. (Baca juga: Lalat Jadi 'Pemenang' Debat Cawapres AS Pence vs Harris )

Dia mengimbau perlunya memanfaatkan peluang di sektor industri untuk menyerap bonus demografi. Hal ini mengingat sebagian besar latar belakang pekerja Indonesia masih berpendidikan SD, SMP dan SMA.

“Industri padat karya, minim modal, produk retail seperti produk makanan dan minuman, tekstil, furnitur, logistik, dan transportasi bisa menjadi pilihan untuk menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!