Gara-Gara Corona, Kapal-Kapal Pesiar 'Dikiloin' Jadi Besi Tua
Senin, 12 Oktober 2020 - 10:37 WIB
"Tetapi setelah pandemi, kapal-kapal pesiar mulai beralih haluan menuju Aliaga dengan cara yang sangat signifikan," ujarnya seperti dikutip dari ABC.net.au.
"Ada pertumbuhan di sektor (daur ulang kapal) ini karena krisis. Ketika kapal tidak bisa mendapatkan pekerjaan, mereka beralih ke pembongkaran," imbuhnya. Kapal-kapal yang datang untuk dibongkar menurutnya antara lain berasal dari Inggris, Italia dan Amerika Serikat (AS).
Kapal pesiar menjadi kluster paling awal Covid-19 ketika pandemi itu menyebar secara global awal tahun ini. Pada bulan Februari, Pemerintah Australia harus mengevakuasi lebih dari 150 warganya yang terjebak di atas kapal pesiar Diamond Princess di lepas pantai Jepang.
Beberapa minggu kemudian, Pemerintah Negeri Kanguru itu juga mengusir kapal pesiar berbendera asing keluar dari perairan Australia - larangan yang baru-baru ini diperpanjang hingga setidaknya 17 Desember mendatang.
Hanya kapal pesiar Ruby Princess yang diizinkan berlabuh di Sydney, seiring adanya penyelidikan khusus yang menemukan bahwa kapal itu terkait dengan setidaknya 28 kematian. Sementara, pada Maret lalu, otoritas AS mengeluarkan perintah stop berlayar untuk semua kapal pesiar. Larangan itu hingga kini masih tetap berlaku.
"Ada pertumbuhan di sektor (daur ulang kapal) ini karena krisis. Ketika kapal tidak bisa mendapatkan pekerjaan, mereka beralih ke pembongkaran," imbuhnya. Kapal-kapal yang datang untuk dibongkar menurutnya antara lain berasal dari Inggris, Italia dan Amerika Serikat (AS).
Kapal pesiar menjadi kluster paling awal Covid-19 ketika pandemi itu menyebar secara global awal tahun ini. Pada bulan Februari, Pemerintah Australia harus mengevakuasi lebih dari 150 warganya yang terjebak di atas kapal pesiar Diamond Princess di lepas pantai Jepang.
Beberapa minggu kemudian, Pemerintah Negeri Kanguru itu juga mengusir kapal pesiar berbendera asing keluar dari perairan Australia - larangan yang baru-baru ini diperpanjang hingga setidaknya 17 Desember mendatang.
Hanya kapal pesiar Ruby Princess yang diizinkan berlabuh di Sydney, seiring adanya penyelidikan khusus yang menemukan bahwa kapal itu terkait dengan setidaknya 28 kematian. Sementara, pada Maret lalu, otoritas AS mengeluarkan perintah stop berlayar untuk semua kapal pesiar. Larangan itu hingga kini masih tetap berlaku.
Lihat Juga :