Percepatan Tanam dan Food Estate Perkuat Kebijakan Ketahanan Pangan
Senin, 12 Oktober 2020 - 13:47 WIB
"Saya yakin program food estate di Kalimantan Tengah sudah available. Tentunya ini harus kita kawan dan dukung bersama," tandasnya.
Dwi mengatakan, dari sisi on farm yang menjadi faktor penentu produksi adalah dengan melakukan pemilihan bibit unggul, pengelolaan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta pengairan yang baik. "Kemudian dari sisi off farm adalah bagaimana kita harus memperhatikan pasca-panen sertanya dan pemasaran hasil," tambahnya.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menambahkan, program food estate adalah suatu keniscayaan yang harus dibangun dari sekarang. Apalagi, setiap tahun jumlah penduduk Indonesia meningkat 1,3%. "Tentu ini menjadi tantangan bagi Kementan dalam menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia," tuturnya.
Oleh karena itu, Winarno menyebutkan bahwa peran BUMN dan BUMD sangat diperlukan dalam mendukung kelancaran program food estate agar berjalan dengan baik. Sebab, program food estate memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana yang baik.
"Kelengkapan on farm harus tersedia mulai dari benih, pupuk, pestisida, dan traktor roda 4. Selain itu, dukungan dari teknologi modern sudah harus diterapkan," katanya.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edy menjelaskan, kunci dari budidaya pada program food estate adalah ketersediaan air, benih berkualitas, dan pupuk yang tepat. "Kementan mencoba mengintervensi jaringan-jaringan Pertanian yang rusak, sehingga kami bisa mengetahui lebih detail apa saja yang diperlukan," tuturnya.
Dwi mengatakan, dari sisi on farm yang menjadi faktor penentu produksi adalah dengan melakukan pemilihan bibit unggul, pengelolaan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta pengairan yang baik. "Kemudian dari sisi off farm adalah bagaimana kita harus memperhatikan pasca-panen sertanya dan pemasaran hasil," tambahnya.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menambahkan, program food estate adalah suatu keniscayaan yang harus dibangun dari sekarang. Apalagi, setiap tahun jumlah penduduk Indonesia meningkat 1,3%. "Tentu ini menjadi tantangan bagi Kementan dalam menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia," tuturnya.
Oleh karena itu, Winarno menyebutkan bahwa peran BUMN dan BUMD sangat diperlukan dalam mendukung kelancaran program food estate agar berjalan dengan baik. Sebab, program food estate memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana yang baik.
"Kelengkapan on farm harus tersedia mulai dari benih, pupuk, pestisida, dan traktor roda 4. Selain itu, dukungan dari teknologi modern sudah harus diterapkan," katanya.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edy menjelaskan, kunci dari budidaya pada program food estate adalah ketersediaan air, benih berkualitas, dan pupuk yang tepat. "Kementan mencoba mengintervensi jaringan-jaringan Pertanian yang rusak, sehingga kami bisa mengetahui lebih detail apa saja yang diperlukan," tuturnya.
Lihat Juga :