Ekonom Senior Beberkan Manfaat dan Perlunya Merger Bank Syariah

Senin, 12 Oktober 2020 - 14:01 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Ekonom senior Fauzi Ichsan menilai industri perbankan syariah memiliki prospek besar untuk tumbuh lantaran Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Fakta ini membuat potensi market keuangan dan ekonomi syariah yang besar untuk dikembangkan.

“Penduduk muslim Indonesia terbesar di dunia, sekitar 229 juta orang. Namun tingkat literasi dan inklusi keuangan, terutama keuangan syariah, rendah. Kurang dari 40% penduduk Indonesia memiliki akses layanan perbankan. Ini membuat potensi sektor keuangan, konvensional, dan syariah, besar untuk tumbuh,” ujar Fauzi di Jakarta (12/10/2020). ( Jumlah Capai 29.000, BI Dorong Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren )



Menurut Fauzi, aksi konsolidasi bisa berdampak pada turunnya biaya penggalangan dana bank syariah. Penurunan biaya pendanaan ini memungkinkan bank syariah hasil konsolidasi nanti memiliki ruang gerak lebih luas untuk menyalurkan pembiayaan terjangkau.

Selain itu, merger juga dianggap menjadi solusi untuk mengatasi tingginya biaya operasional dan capital expenditure(capex) yang kerap dialami perbankan syariah. “Dengan konsolidasi, biaya penggalangan DPK, biaya operasional dan biaya capex (yang tadinya beberapa bank investasi di hardware dan software yang sama) bisa ditekan. Ini membuat bank merger bisa lebih kompetitif,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!