Sambut Hari Pangan Sedunia, Diversifikasi Sagu Digalakkan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 03:30 WIB
Pengembangan produk olahan dari sagu digalakkan sebagai bahan pangan lokal. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah terus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah wabah corona salah satunya dengan diversifikasi sagu . Pandemi Covid-19 juga menjadi momentum untuk membangun kedaulatan pangan melalui pengelolaan sagu sebagai salah satu bahan pokok lokal. Program penggalakan diversifikasi sagu untuk menyambut Pekan Sagu Nusantara (PSN) 2020 bertajuk sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia 2020 pada 16 Oktober 2020.
"Sejalan dengan kebijakan presiden dalam melakukan pembangunan Indonesia melalui wilayah pinggiran dan 50,33% total luas tanaman sagu Indonesia berada di Pulau Papua, maka Pemerintah telah menjadikan program peningkatan pengelolaan sagu nasional sebagai salah satu program prioritas," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (20/10/2020).
Baca Juga: Mengetahui Sagu Sebagai Solusi Pangan Pengganti Nasi
Pemerintah, lanjut Agus, memasukkan sagu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Artinya, Pemerintah memandang sagu sebagai bagian yang penting dan strategis bagi ketahanan pangan nasional terutama dalam menghadapi krisis pangan seperti yang diprediksi oleh FAO.
"Sejalan dengan kebijakan presiden dalam melakukan pembangunan Indonesia melalui wilayah pinggiran dan 50,33% total luas tanaman sagu Indonesia berada di Pulau Papua, maka Pemerintah telah menjadikan program peningkatan pengelolaan sagu nasional sebagai salah satu program prioritas," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (20/10/2020).
Baca Juga: Mengetahui Sagu Sebagai Solusi Pangan Pengganti Nasi
Pemerintah, lanjut Agus, memasukkan sagu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Artinya, Pemerintah memandang sagu sebagai bagian yang penting dan strategis bagi ketahanan pangan nasional terutama dalam menghadapi krisis pangan seperti yang diprediksi oleh FAO.
Lihat Juga :