Sambut Hari Pangan Sedunia, Diversifikasi Sagu Digalakkan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 03:30 WIB
Pada saat ini posisi pangan Indonesia masih tergantung pada ketersediaan beras. Namun, kondisi di masa mendatang pada tahun 2050, kelangkaan pangan akan terjadi bila tidak dikembangkan pangan lain sebagai pasokan pangan nasional. Presiden Joko Widodo pun menekankan pentingnya peningkatan produksi bahan pangan dalam negeri agar rantai pasokan tak terganggu.
Hilirisasi produk sagu juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, peningkatan potensi pajak, dan pendapatan asli daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. "Karenanya, Pemerintah berkomitmen untuk mengawal tumbuhnya industri yang berbasis sagu maupun sagu sebagai bahan pangan," imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud menjelaskan, Indonesia memiliki luas lahan sagu terbesar di dunia. Dari 6,5 juta ha lahan sagu di seluruh dunia, sebesar 5,5 juta ha berada di Indonesia dan lebih dari 94,55% persen terfokus di wilayah Papua 5,2 juta ha.
Jenis Sagu yang tumbuh di wilayah Papua pun menghasilkan pati yang lebih tinggi dibandingkan sagu yang tumbuh di daerah lain. Sayangnya, dari segi konsumsi terhitung masih sangat rendah yaitu 0,4-0,5 kg/kapita/tahun sedangkan konsumsi beras cukup besar hingga 95 kg/kapita/tahun dan konsumsi tepung terigu meningkat tajam hingga 10-18 kg/kapita/tahun.
Baca Juga: Sagu, Olahan yang Lekat di Lidah Orang Indonesia
Hilirisasi produk sagu juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, peningkatan potensi pajak, dan pendapatan asli daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. "Karenanya, Pemerintah berkomitmen untuk mengawal tumbuhnya industri yang berbasis sagu maupun sagu sebagai bahan pangan," imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud menjelaskan, Indonesia memiliki luas lahan sagu terbesar di dunia. Dari 6,5 juta ha lahan sagu di seluruh dunia, sebesar 5,5 juta ha berada di Indonesia dan lebih dari 94,55% persen terfokus di wilayah Papua 5,2 juta ha.
Jenis Sagu yang tumbuh di wilayah Papua pun menghasilkan pati yang lebih tinggi dibandingkan sagu yang tumbuh di daerah lain. Sayangnya, dari segi konsumsi terhitung masih sangat rendah yaitu 0,4-0,5 kg/kapita/tahun sedangkan konsumsi beras cukup besar hingga 95 kg/kapita/tahun dan konsumsi tepung terigu meningkat tajam hingga 10-18 kg/kapita/tahun.
Baca Juga: Sagu, Olahan yang Lekat di Lidah Orang Indonesia
Lihat Juga :