Atasi Masalah Ketenagakerjaan di Masa Pandemi, RI Minta Solusi ke Swiss

Rabu, 21 Oktober 2020 - 23:58 WIB
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan kerjasama Pemerintah Swiss melalui ILO dalam projek Better Work dan Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (SCORE) di Indonesia. "Pemerintah Indonesia berharap kolaborasi dapat berlanjut di masa depan dalam kerja sama Platform ILO di pengembangan dengan pendekatan baru dalam digitalisasi dan future of work," tuturnya.

Baca Juga: Kisah WNI Berhasil Rebut Pasar China di Australia Diganti Produk RI

Hal senada dikatakan Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri kemnaker Indah Anggoro Putri. Untuk kerja sama proyek betterwork, pihaknya berharap agar outputnya sustainable atau berkesinambungan digunakan oleh pengusaha dan pekerja di era new normal. Misalnya national gate on quality assurance dalam berbisnis.

Indah menambahkan kerja sama EFTA-Indonesia CEPA, hingga saat ini masih proses notifikasi di parlemen Swiss. Ada konsen mengenai keseriusan Indonesia design work kelapa sawit dan Swiss berharap setelah ada at re-intraforce, Indonesia akan mensosialisasikan kepada Apindo dan Labour Union. "Indonesia tetap mengusulkan MRA (mutual recognition arrangements) masuk dalam koridor IE-CEPA. Kiranya Swiss bisa mengakui skill workers kita di Eropa, dengan masuk dalam standar salary Internasional," kata Indah.

Pertemuan 1st Joint Working Group RI-Swiss ini merupakan komitmen kedua negara untuk menindaklanjuti MoU yang telah ditandatangani 10 Juni 2019 lalu di Jenewa, Swiss. "Pertemuan teknis dalam rangka menindaklanjuti MoU yang sdh ditandatangani tahun lalu, ini diikuti oleh peserta dari unsur Tripartit, Pemerintah, Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan pelaku industri (Apindo)," pungkas Indah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!