Ketersediaan Pasokan Listrik Krusial Cegah Penyebaran Covid-19

Rabu, 15 April 2020 - 19:47 WIB
"PLN itu adalah prioritas, orang gak punya listrik, rumah pasti gelap gulita, jalan gelap gulita, infrastruktur semua kacau dong. Jadi jantungnya itu ada di PLN sama migas, dua ini gak boleh berhenti menurut kita, karena itu kewajiban," ucapnya.

Sementara Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, pembangunan pembangkit listrik harus dilanjutkan. Dengan catatan anggaran subsidi yang telah dianggarkan pemerintah khususnya untuk PLN tidak termasuk dalam anggaran realokasi pandemi covid-19.

Ia sendiri memperkirakan, kebutuhan listrik selama pandemi justru akan meningkat di sektor konsumsi rumah tangga. Hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat yang menjalan kebijakan physical distancing sehingga tidak keluar rumah. Nah, peningkatan kebutuhan itu bisa dikompensasi dari segmen industri dan bisnis yang berhenti sementara.

Lebih lanjut terang dia,pembiayaan pembangunan listrik umumnya juga menggunakan pinjaman luar negeri yang sifatnya jangka panjang. Jadi kontraknya sudah ditandatangani terlebih dahulu dengan bunga pinjaman yang relatif kecil. "Sehingga dalam kondisi seperti sekarang sebenarnya masih relatif memungkinkan untuk dilanjutkan," kata Yusuf.

Senada Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menuturkan, di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini, kestabilan pasokan listrik menjadi dukungan yang paling krusial. Apalagi dengan diimbaunya masyarakat untuk tetap berada di rumah.

"Ya masalah ketersediaan listrik itu hal yang sangat penting menurut saya. Karena kan pemerintah sudah menganjurkan masyarakat untuk berkegiatan di rumah. Tentu kegiatan yang membutuhkan listrik di rumah semakin banyak," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!