Ada Gelombang II Covid-19, Penerimaan Sektor Hulu Migas Diprediksi USD7,21 M

Senin, 26 Oktober 2020 - 08:45 WIB
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Foto/Dok SINDO
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan munculnya Covid-19 gelombang kedua akan menyebabkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) rata-rata per tahun sebesar USD40 per barel.

Dengan demikian, outlook penerimaan negara dari sektor hulu migas di akhir 2020 akan mencapai USD7,21 miliar. Untuk pengendalian cost recovery, sampai dengan September 2020, realisasinya mencapai USD5,97 miliar dari target sebesar USD8,12 miliar atau sekitar 73,5%.



Sementara itu, realisasi investasi di kuartal III sendiri ditopang Pertamina E&P, CPI, Pertamina Hulu Mahakam, BP Berau dan Eni East Sepinggan. Pencapaian tersebut memberikan dampak besar bagi perekonomian negara.

(Baca juga: Ronaldinho, Legenda Brasil Terpapar Covid-19 )

"Saat kondisi sulit seperti ini, tentunya negara membutuhkan adanya perputaran ekonomi. Kami yakin investasi hulu migas akan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi Indonesia sehingga dapat memulihkan perekonomian," ujar Kepala SKK Migas Dwi

Kendati begitu, Dwi mengakui pandemi Covid-19 memiliki imbas pada pengelolaan sektor hulu migas. "Akibat munculnya gelombang kedua pandemi Covid-19, kondisi permintaan minyak dunia masih belum stabil. Itu akan berdampak kepada pergerakan harga minyak dunia," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!