Akibat Daya Beli Lemah, Inflasi Akhir Tahun Jeblok
Kamis, 05 November 2020 - 04:00 WIB
Sementara itu segmen 40% kelompok pengeluaran terbawah mengalami penurunan pendapatan yang berakibat pada anjloknya daya beli. "Bila tingkat inflasi rendah terus terjadi ujungnya ikut merugikan pelaku usaha. Karena harga jual tidak naik signifikan sementara biaya produksi terus membebani selama masa pandemi," jelasnya.
Baca Juga: Harga Cabai Tambah Pedas, Daya Beli Bisa Makin Amblas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi yang akhirnya terjadi pada bulan Oktober 2020. Hal ini berarti memutus rantai deflasi yang sebelumnya terjadi selama tiga bulan berturut-turut sejak Juli tahun ini. Deflasi yang terjadi pada Juli sebesar 0,10%, lalu Agustus sebesar 0,05%, dan September sebesar 0,05%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pada Oktober 2020 terjadi inflasi 0,07%. Dengan begitu, maka inflasi tahun kalender atau selama Januari-Oktober sebesar 0,95% dan inflasi tahunannya sebesar 1,44%.
Baca Juga: Harga Cabai Tambah Pedas, Daya Beli Bisa Makin Amblas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi yang akhirnya terjadi pada bulan Oktober 2020. Hal ini berarti memutus rantai deflasi yang sebelumnya terjadi selama tiga bulan berturut-turut sejak Juli tahun ini. Deflasi yang terjadi pada Juli sebesar 0,10%, lalu Agustus sebesar 0,05%, dan September sebesar 0,05%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pada Oktober 2020 terjadi inflasi 0,07%. Dengan begitu, maka inflasi tahun kalender atau selama Januari-Oktober sebesar 0,95% dan inflasi tahunannya sebesar 1,44%.
(nng)
Lihat Juga :