Akankah Resesi Berlanjut ke Depresi Ekonomi? Ini Kata Ekonom
Kamis, 05 November 2020 - 12:58 WIB
Terkait dengan itu, Bhima mengungkapkan kekhawatirannya pada konsumsi rumah tangga yang masih terkontraksi -4,04%. Padahal, konsumsi rumah tangga merupakan motor utama ekonomi Indonesia.
Terkontraksinya belanja rumah tangga, kata dia, menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya golongan menengah ke atas belum percaya terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.
(Infografis: Penduduk Miskin Bisa Bertambah 1,2 Juta Akibat Resesi)
"Kekhawatiran untuk belanja di luar rumah masih cukup tinggi sehingga kelas menengah dan atas mengalihkan uang ke simpanan perbankan atau aset aman. Situasi ini sulit mengalami perubahan apabila masalah fundamental gerak masyarakat terbatas karena pandemi belum juga diselesaikan," kata Bhima Saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Di sisi lain, dia menambahkan, belanja pemerintah belum mampu mendorong pemulihan ekonomi. Meskipun ada kenaikan pertumbuhan sebesar 9,76%, namun kontribusi belanja pemerintah baru mencapai 9,69% pada kuartal III atau hanya naik tipis dibanding kuartal II yang sebesar 8,67% dari PDB.
Terkontraksinya belanja rumah tangga, kata dia, menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya golongan menengah ke atas belum percaya terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.
(Infografis: Penduduk Miskin Bisa Bertambah 1,2 Juta Akibat Resesi)
"Kekhawatiran untuk belanja di luar rumah masih cukup tinggi sehingga kelas menengah dan atas mengalihkan uang ke simpanan perbankan atau aset aman. Situasi ini sulit mengalami perubahan apabila masalah fundamental gerak masyarakat terbatas karena pandemi belum juga diselesaikan," kata Bhima Saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Di sisi lain, dia menambahkan, belanja pemerintah belum mampu mendorong pemulihan ekonomi. Meskipun ada kenaikan pertumbuhan sebesar 9,76%, namun kontribusi belanja pemerintah baru mencapai 9,69% pada kuartal III atau hanya naik tipis dibanding kuartal II yang sebesar 8,67% dari PDB.
Lihat Juga :