Mobil Listrik Massal: Masih Jauh Colokan dari Setrum

Kamis, 05 November 2020 - 22:21 WIB
"Selain itu mereka (produsen mobil listrik) tentunya akan melakukan yang namanya market survei atau menjajaki pasar. Setelah itu tentunya mereka akan mengimpor dulu untuk tahap pertama secara utuh mobil-mobilnya. Lalu mungkin akan ditentukan barangkali bagian mana yang akan diproduksi di dalam negeri," katanya.

Tidak hanya itu, dia menyebut bahwa Gaikindo juga sangat memperhatikan terkait harga mobil listrik karena harganya tidak murah. Pasalnya, 60% dari total penjualan mobil di Indonesia per tahunnya adalah mobil di kisaran harga di bawah Rp200-250 juta.

"Nah, sedangkan mobil listrik umumnya rata-rata harganya masih di atas Rp500 juta. Inilah yang perlu nanti kita sesuaikan dalam arti kata bisa engga merek-merek ini memproduksi mobil yang harganya di bawah itu," ucapnya. ( Baca juga:Bukan Cuma Gatot Nurmantyo, Ini Daftar Mantan Panglima TNI yang Dianugerahi Bintang Mahaputera )

"Karena kalau tidak, pasarnya tentu tidak bisa sebesar yang hari ini ada. Dengan adanya income per kapita masyarakat Indonesia, maka otomatis daya beli masyarakat kita itu ada di mobil-mobil dengan harga Rp250 juta ke bawah. Ini nanti kita carikan jalan keluar," sambungnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!