Trump Covid hingga Pilpres AS Goyang Harga Minyak RI
Selasa, 10 November 2020 - 12:31 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada bulan Oktober 2020 naik sebesar USD0,64 per barel dari USD 37,43 per barel menjadi USD 38,07 per barel. ICP SLC juga mengalami peningkatan sebesar USD 0,53 per barel dari USD 39,11 per barel menjadi USD 39,64 per barel.
Peningkatan harga minyak mentah Indonesia disebabkan membaiknya marjin untuk produk light distillate di pasar Asia Pasifik. Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain kekhawatiran pelaku pasar seiring peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara di dunia, terutama di Eropa, menyebabkan penerapan kembali lockdown sehingga semakin meredupkan prospek perbaikan permintaan minyak.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang sempat terdiagnosa Covid-19 dikombinasikan dengan perlemahan pasar tenaga kerja AS, meningkatkan kekhawatiran pasar atas pemulihan ekonomi. "Paket stimulus fiskal AS untuk menggerakkan kembali perekonomian yang terdampak pandemi, akan dilanjutkan kembali proses negosiasinya setelah pemilihan presiden AS," ujar Tim Harga Minyak Indonesia dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (10/9/2020).
Baca Juga: Perusahaan-Perusahaan AS Nyatakan Siap Bekerja dengan Biden
Berlanjutnya produksi minyak mentah dari Norwegia setelah berakhirnya aksi mogok kerja pekerja offshore oil & gas dan peningkatan pasokan OPEC+ terutama pasokan Arab Saudi dan Rusia, termasuk juga peningkatan produksi dari negara-negara OPEC yang dikecualikan dari kuota pemotongan produksi (Iran, Venezuela dan Libya).
Peningkatan harga minyak mentah Indonesia disebabkan membaiknya marjin untuk produk light distillate di pasar Asia Pasifik. Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain kekhawatiran pelaku pasar seiring peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara di dunia, terutama di Eropa, menyebabkan penerapan kembali lockdown sehingga semakin meredupkan prospek perbaikan permintaan minyak.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang sempat terdiagnosa Covid-19 dikombinasikan dengan perlemahan pasar tenaga kerja AS, meningkatkan kekhawatiran pasar atas pemulihan ekonomi. "Paket stimulus fiskal AS untuk menggerakkan kembali perekonomian yang terdampak pandemi, akan dilanjutkan kembali proses negosiasinya setelah pemilihan presiden AS," ujar Tim Harga Minyak Indonesia dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (10/9/2020).
Baca Juga: Perusahaan-Perusahaan AS Nyatakan Siap Bekerja dengan Biden
Berlanjutnya produksi minyak mentah dari Norwegia setelah berakhirnya aksi mogok kerja pekerja offshore oil & gas dan peningkatan pasokan OPEC+ terutama pasokan Arab Saudi dan Rusia, termasuk juga peningkatan produksi dari negara-negara OPEC yang dikecualikan dari kuota pemotongan produksi (Iran, Venezuela dan Libya).
Lihat Juga :