Bisnis Kilang Sempoyongan, Shell PHK Ratusan Karyawan

Rabu, 11 November 2020 - 08:45 WIB
"Industri penyulingan sekarang harus menangani jumlah kapasitas yang diperkirakan akan lebih rendah secara signifikan, langkah penyesuaian yang sebelumnya diperkirakan masih akan lama menjadi kejutan yang datang tiba-tiba,” ujar Direktur IHS Markit, Rob Smith.

Perusahaan yang bermarkas di Den Haag, Belanda itu mengatakan konsumsi minyak akan terus turun saat dunia beralih ke bauran energi yang lebih bersih. Dampak pandemi Covid-19 hanya mempercepat wacana pergeseran itu, di tengah kapasitas penyulingan yang jauh melampaui permintaan bahan bakar.

Baca Juga: Shell Cabut dari Blok Masela, Bos SKK Migas: Pemerintah Kecewa!

Banyak perusahaan energi Eropa memulai transformasi produksi menjadi lebih bersih dan lebih hijau, dengan lebih sedikit aset minyak pada pertengahan abad ini. Bagi Shell, perubahan itu akan mengakibatkan pemangkasan 9.000 pekerja hingga akhir 2022, dengan penghematan biaya hingga 2,5 miliar dolar AS.

IHS Markit memperkirakan, lebih dari 8 juta barel per hari kapasitas penyulingan akan selesai dalam dekade berikutnya, dengan sekitar 5 juta barel sudah dalam pembangunan atau kemungkinan akan dipercepat. Perusahaan minyak di seluruh dunia semakin merasakan tekanan dari penyulingan yang semakin besar dan canggih, seperti di China dan Timur Tengah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!