Jadi Saksi Kerja Sama Perhutani dan HKTI, Moeldoko Tegaskan Petani Harus Kaya
Sabtu, 14 November 2020 - 19:00 WIB
Sementara itu Ketua Umum DPP Koperasi HKTI Moeldoko menyatakan, presiden telah mengadakan rapat bersama jajaran kabinet mengenai optimalisasi perhutanan sosial. Menurut Moeldoko, konteks besar reforma agraria salah satunya adalah membuat masyarakat diberi kepastian dalam ikut mengelola hutan selama 35 tahun. ( Baca juga:Mulai dari Kasus Malinda Dee hingga Winda Lunardi, Perbankan Tetap Diminati )
"Persoalan petani di mana-mana sama, di antaranya capital, teknologi, manajemen dan persoalan pasca-panen. Ke mana mereka menjual hasil pertaniannya," kata Moeldoko.
Ia juga mengingatkan jika Offtaker ini merupakan tugas yang sangat besar karena menyangkut penghasilan masyarakat. Menurutnya langkah-langkah antara HKTI dan Perhutani bisa saling memperkuat. "Nanti kita jajaki tahap demi tahap. Kita saling membesarkan bahwa tujuan utama berkolaborasi untuk menuntaskan persoalan- persoalan yang dihadapi selama ini. Intinya petani bisa mendapatkan sesuatu yang lebih, petani harus kaya," tutup Moeldoko.
"Persoalan petani di mana-mana sama, di antaranya capital, teknologi, manajemen dan persoalan pasca-panen. Ke mana mereka menjual hasil pertaniannya," kata Moeldoko.
Ia juga mengingatkan jika Offtaker ini merupakan tugas yang sangat besar karena menyangkut penghasilan masyarakat. Menurutnya langkah-langkah antara HKTI dan Perhutani bisa saling memperkuat. "Nanti kita jajaki tahap demi tahap. Kita saling membesarkan bahwa tujuan utama berkolaborasi untuk menuntaskan persoalan- persoalan yang dihadapi selama ini. Intinya petani bisa mendapatkan sesuatu yang lebih, petani harus kaya," tutup Moeldoko.
(uka)
Lihat Juga :