Bye Bye Strategi Bakar Uang, Gojek Dinilai Berhasil Usai Cetak Marjin Positif
Senin, 16 November 2020 - 14:39 WIB
“Banyak start-up yang kesulitan di masa pandemi, seperti yang terkait transportasi dan travel yang harus bertumbangan. Namun Gojek sebagai super-app tidak memiliki satu layanan saja. Mereka mampu menerapkan strategi pivot dengan memperkuat layanan pesan-antar dan GoPay. Memang agar dapat bertahan di masa pandemi, mereka [perusahaan berbasis IT] itu harus engage teknologi digital. Ini kuncinya,” tukasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Nexticorn Daniel Tumiwa menilai, pencapaian Gojek yang mencatatkan peningkatan marjin positifsebagai awal yang bagus. “Saya yakin GoJek melihat hasil sekarang sebagai konfirmasi dan validasi bahwa ini merupakan permulaan yang bagus. Ini berarti GoJek semakin berperan dan dibutuhkan,” kata dia.
Selain itu, lanjutnya, pencapaian marjin positif ini juga membuktikan pengelolaan fungsi yang jelas dari tiap biaya marketing yang dikeluarkan dan bisa terukur.
Pada perayaan ulang tahun ke-10 yang digelar Kamis (12/11) lalu, Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo sebelumnya mengumumkan, perusahaan berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter (contribution margin positive) di tengah kondisi penuh tantangan dalam tahun ini.
Dalam konteks contribution margin positive seperti dijelaskan Andre, setiap transaksi Gojek sudah menghasilkan cashflow yang belum dikurangi biaya headquarter. “Investasi kan ada perpaduan pendanaan dari luar dan internal cashflow. Jika ada profit dari titik produk itu, investasi yang kami lakukan tidak hanya dari luar. Sejak tahun ini investasi bisa dihasilkan dari internal cash flow, ini penting sekali,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Nexticorn Daniel Tumiwa menilai, pencapaian Gojek yang mencatatkan peningkatan marjin positifsebagai awal yang bagus. “Saya yakin GoJek melihat hasil sekarang sebagai konfirmasi dan validasi bahwa ini merupakan permulaan yang bagus. Ini berarti GoJek semakin berperan dan dibutuhkan,” kata dia.
Selain itu, lanjutnya, pencapaian marjin positif ini juga membuktikan pengelolaan fungsi yang jelas dari tiap biaya marketing yang dikeluarkan dan bisa terukur.
Pada perayaan ulang tahun ke-10 yang digelar Kamis (12/11) lalu, Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo sebelumnya mengumumkan, perusahaan berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter (contribution margin positive) di tengah kondisi penuh tantangan dalam tahun ini.
Dalam konteks contribution margin positive seperti dijelaskan Andre, setiap transaksi Gojek sudah menghasilkan cashflow yang belum dikurangi biaya headquarter. “Investasi kan ada perpaduan pendanaan dari luar dan internal cashflow. Jika ada profit dari titik produk itu, investasi yang kami lakukan tidak hanya dari luar. Sejak tahun ini investasi bisa dihasilkan dari internal cash flow, ini penting sekali,” jelasnya.
Lihat Juga :