Pledoi Sri Mulyani Soal Bengkaknya Utang Selama Pandemi
Kamis, 19 November 2020 - 16:36 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan terkait utang pemerintah yang membengkak. Pasalnya, pembengkakan utang itu sering menjadi sorotan masyarakat, apalagi di tengah pandemi Covid-19 .
Menurut Sri Mulyani, penyebab utama utang pemerintah bengkak atau rasio utang pemerintah meningkat begitu drastis di tahun 2020 adalah karena adanya pandemi. Wabah Covid-19 yang merebak membuat anggaran untuk pembiayaan Covid-19 meningkat. ( Baca juga:Akui Berat, Sri Mulyani Sebut Target Setoran Pajak Sulit Dicapai )
Di sisi lain, pemerintah harus tetap menjalankan program yang sudah direncanakan. Pemerintah juga harus tetap melindungi masyarakat yang terdampak Covid lewat berbagai macam insentif yang digelontorkan.
Sebagai gambaran, hingga akhir September 2020, total utang pemerintah mencapai Rp5.756,87 triliun. Dengan angka tersebut maka rasio utang pemerintah sebesar 36,41% terhadap PDB.
Menurut Sri Mulyani, penyebab utama utang pemerintah bengkak atau rasio utang pemerintah meningkat begitu drastis di tahun 2020 adalah karena adanya pandemi. Wabah Covid-19 yang merebak membuat anggaran untuk pembiayaan Covid-19 meningkat. ( Baca juga:Akui Berat, Sri Mulyani Sebut Target Setoran Pajak Sulit Dicapai )
Di sisi lain, pemerintah harus tetap menjalankan program yang sudah direncanakan. Pemerintah juga harus tetap melindungi masyarakat yang terdampak Covid lewat berbagai macam insentif yang digelontorkan.
Sebagai gambaran, hingga akhir September 2020, total utang pemerintah mencapai Rp5.756,87 triliun. Dengan angka tersebut maka rasio utang pemerintah sebesar 36,41% terhadap PDB.
Lihat Juga :