Erick Thohir Proyeksi Kinerja BUMN Masih Minus 30 Persen di 2021

Senin, 30 November 2020 - 19:41 WIB
Pada kuartal II, mengalami kontraksi sebesar 5,32% year on year (yoy). Sementara pada kuartal III, produk domestik bruto (PDB) Indonesia minus 3,49% (yoy).

"Dengan kondisi Covid-19, tentu kita ada perubahaan roadmap sedikit, di mana kita ketahui saat Covid-19 ini berjalan, mau tidak mau secara ekonomi dan bidang usaha terkoreksi. Kalau kita lihat tahun ini koreksinya hampir 60% tahun depan itu koreksi 30%," ujar Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (30/11/2020).

(Baca juga: Erick Thohir Terapkan Penilaian yang Bikin Direksi BUMN Tak Bisa Leyeh-leyeh )

Akibat hal tersebut, perusahaan BUMN kehilangan revenue yang cukup besar yakni 90%. Sebagai contoh, pertumbuhan bank plat merah (Himbara) pada tahun ini hanya berada di level 40%, angka ini jauh lebih kecil dari pertumbuhan tahun sebelumnya.

"Tentu dibandingkan dengan bank swasta, juga saya mengambil posisi yang jelas bahwa BUMN di situ menjadi bagian dari restrukturisasi dari pada UMKM dan lain-lainnya," kata dia. Karena itu, Kementerian BUMN akan tetap mengambil penyelamatan untuk melindungi BUMN strategis dan BUMN yang terdampak Covid-19.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!