Industri Pengolahan Diproyeksi Tumbuh 3,95% Tahun 2021
Senin, 30 November 2020 - 23:33 WIB
Adapun subsektor yang mendukung perbaikan kinerja manufaktur nasional selama masa pandemi saat ini, antara lain adalah industri farmasi, produk, obat kimia dan obat tradisional, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, industri logam dasar, serta industri makanan.
“Sementara untuk tahun 2021, kami optimistis seluruh subsektor industri pengolahan nonmigas sudah membaik sehingga mampu mendorong pertumbuhan secara keseluruhan yang lebih tinggi lagi,” tutur Eko.
(Baca juga: Pengusaha Ingatkan Lagi Stimulus untuk Pemulihan Industri )
Kemenperin mencatat, investasi sektor manufaktur pada Januari-September 2020 tumbuh 37,1 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu. “Ini membuktikan bahwa investasi sektor industri tak terpengaruh oleh pandemi Covid-19,” tegasnya.
Investasi terbesar disumbangkan oleh industri logam dasar, barang logam, dan bukan mesin sebesar Rp69,79 triliun, kemudian disusul industri makanan Rp40,53 triliun, serta industri kimia farmasi Rp35,63 triliun.
“Sementara untuk tahun 2021, kami optimistis seluruh subsektor industri pengolahan nonmigas sudah membaik sehingga mampu mendorong pertumbuhan secara keseluruhan yang lebih tinggi lagi,” tutur Eko.
(Baca juga: Pengusaha Ingatkan Lagi Stimulus untuk Pemulihan Industri )
Kemenperin mencatat, investasi sektor manufaktur pada Januari-September 2020 tumbuh 37,1 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu. “Ini membuktikan bahwa investasi sektor industri tak terpengaruh oleh pandemi Covid-19,” tegasnya.
Investasi terbesar disumbangkan oleh industri logam dasar, barang logam, dan bukan mesin sebesar Rp69,79 triliun, kemudian disusul industri makanan Rp40,53 triliun, serta industri kimia farmasi Rp35,63 triliun.
(ind)
Lihat Juga :